Redha Suami Itu Adalah Syurga Bagimu Wahai Para Isteri

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga maruahnya dan mentaati perintah suaminya, maka ia dijemput di akhirat supaya masuk Syurga mengikut pintu mana yang ia suka (mengikut pilihannya).” (Hadis Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani). Jadi, sayangilah suami anda, hargailah dia, kerana redha suami itu adalah syurga bagimu wahai para isteri.

1. Suamimu dibesarkan oleh ibunya yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu kamu mencintainya seumur hidupmu, bahkan seringkali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suamimu dibesarkan sbagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3. Suamimu redha menghabiskan waktunya untuk mencukupi keperluan anak-anakmu serta kamu. Padahal dia tahu, di sisi Allah swt, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah swt.

4. Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedang engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi, padahal boleh saja di saat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar, namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapinya sendiri ketika itu.

5. Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6. Engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, kerana dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka, kerana apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung-jawabkannya sendiri.

Add Comment